Selasa, 07 Februari 2012

TANDA NOMOR KENDARAAN INDONESIA

A   Banten
B   Jakarta
D   Bandung
E   Cirebon
F   Bogor
G   Pekalongan
H   Semarang
K   Jepara-Rembang
L   Surabaya
M  Madura
N   Malang
P   Besuki
R   Banyumas
S   Bojonegoro
T   Karawang
Z   Sumedang
AA   Kedu (Magelang)
AB   Jogjakarta
AD   Surakarta
AE   Madiun
AG   Kediri
BA   SumBar
BB   Tapanuli
BD   Bengkulu
BE   Lampung
BG   SumSel
BH   Jambi
BK  SumUt
BL  Aceh
BM Riau
BN Bangka
DA KalSel
DB Minahasa,Manado,Bitung
DD SulSel
DE Maluku Selatan
DG Maluku Utara
DK Bali
DL Sangihe Talaud
DM Bolangmongondow,Gorontalo
DN SulTeng
DR Lombok
DS Papua
EA Sumbawa
EB Flores
ED Sumba
KB KalBar
KT KalTim
CC Korps Consul
CD Korps Diplomatik

Selasa, 17 Januari 2012

Di balik bening mata air Tak pernah ada air mata

Di balik bening mata air
Tak pernah ada air mata

Intro : G G/F# C
Memetik gitar dan bernyanyi 
Am Em Pada waktu tak bertepi
Di atas langit di bawah tanah
Di hembus angin terseret arus
Untuk saudara tercinta
Untuk Jiwa yang terluka
Dengar lagu suaraku hilang
Sebab hari semakin bising
Hanya bunyi peluru di udara
Gantikan denting gitarku
Mengoyak paksa nurani
Jauhkan jarak pandangku
Chorus: 
Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta
Walau aku tau tak terdengar
Jariku menari tetap takkan berhenti
Sampai wajah tak murung lagi
Intro :
Amarah sempat dalam dada
Namun akalku menerkam
Kubernyanyi di matahari
Kupetik gitar di rembulan
Di balik bening mata air
Tak pernah ada air mata
Di balik bening mata air
Tak pernah ada air mata

CORETAN DINDING

 CORETAN DINDING

Chord = A C D / A C D C G A
D C A D
 D C A F E C A


Coretan di dinding membuat resah
Resah hati pencoret mungkin ingin tampil
Tepi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan di dinding adalah pemberontakan
Kucing hitam yang terpojok di tiap tempat sampah
Ditiap kota . . . . . Cakarnya siap dengan kuku-kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota


Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama-sama resah

CIKAL

CIKAL

D A  G  A  D

Kerbau di kepalaku ada yang suci 
Kerbau di kepalamu senang bekerja 
Kerbau di sini teman petani
Ular di negara maju menjadi sampah nuklir 
Ular di dalam buku menjadi hiasan tatoo 
Ular di sini memakan tikus
Kerbauku kerbau petani 
Ularku ular sanca 
Kerbauku teman petani 
Ularku memakan tikus 

Kerbauku besar, kerbauku seram 
Tetapi ia bukan pemalas 
Hidupnya sederhana, hmm… hmm…
Sancaku besar, sancaku seram
Mengganti kulit luar sarang, makan dan bertapa 
Hidupnya sederhana 
Ularku ular sanca 
Kerbauku kerbau petani 
Ularku memakan tikus 
Kerbauku teman petani 

Walau kerbauku bukan harimau 
Tetapi ia bisa seperti harimau 
Kerbauku tetap kerbau 
Kerbau petani yang senang bekerja 
Sancaku melilitnya 
Kerbauku tidak terganggu 
Karena sancaku dan kerbau temannya petani 

Lalu dimana anak-anak sang tikus

Bayi, bayi, bayi, murni dan kosong 
Bayi, bayi, bayi, bayi ya bayi 

Kalau kita sedang tidur dan tiba-tiba saja kita terbangun 
Karena lubang hidung kita terkena kumis harimau
Mungkin kita akan lari, ya lari, tetapi bayiku tidak
Bukan karena bayiku belum bisa berlari 
Aku percaya, aku percaya 
Bayiku tidak akan pernah berpikir bahwa harimau itu jahat 
Bayiku menarik-narik kumis dan memukul-mukul mulut harimau
Harimau malah memberikan bayiku mainan 
Bayiku menjadi bayi harimau
Bayi harimau anak petani 
Seperti sanca melilit kerbau 
Ia ada di gorong-gorong kota
Lantas apa agamanya? 
REF 1:
Kerbauku kerbau petani Ularku ular sanca 
Bayiku murni dan kosong 
Ia ada di gorong-gorong kota 
REF 2: 
Kerbauku kerbau petani 
Ularku ular sanca 
Bayiku bayi harimau
Ia ada di gorong-gorong kota
Bayi, bayi, bayi, murni dan kosong 
Bayi, bayi, bayi, bayi harimau 
Bayi, bayi, bayi, yang berkalung sanca 
Bayi, bayi, bayi, yang disusui kerbau

DI BAWAH TIANG BENDERA

DI BAWAH TIANG BENDERA

 
Em G Em C
G

kita adalah saudara
dari rahim ibu pertiwi
ditempa oleh gelombang
dibesarkan jaman
di bawah tiang bendera
dulu kita bisa bersama
dari cerita yang ada
kita bisa saling percaya
yakin dalam melangkah
lewati badai sejarah

reff:

pada tanah yang sama kita berdiri
pada air yang sama kita berjanji
karena darah yang sama jangan bertengkar
karena tulang yang sama usah berpencar
INDONESIA….. INDONESIA
mari kita renungkan 
lalu kita bertanya
benarkah kita manusia
benarkah bertuhan 
katakan aku cinta kau

Rabu, 04 Januari 2012