Action : ganti fuse
otaknya roy
segala hal yang yang ada di otakku
Jumat, 03 April 2015
Selasa, 07 Februari 2012
TANDA NOMOR KENDARAAN INDONESIA
A Banten
B Jakarta
D Bandung
E Cirebon
F Bogor
G Pekalongan
H Semarang
K Jepara-Rembang
L Surabaya
M Madura
N Malang
P Besuki
R Banyumas
S Bojonegoro
T Karawang
Z Sumedang
AA Kedu (Magelang)
AB Jogjakarta
AD Surakarta
AE Madiun
AG Kediri
BA SumBar
BB Tapanuli
BD Bengkulu
BE Lampung
BG SumSel
BH Jambi
BK SumUt
BL Aceh
BM Riau
BN Bangka
DA KalSel
DB Minahasa,Manado,Bitung
DD SulSel
DE Maluku Selatan
DG Maluku Utara
DK Bali
DL Sangihe Talaud
DM Bolangmongondow,Gorontalo
DN SulTeng
DR Lombok
DS Papua
EA Sumbawa
EB Flores
ED Sumba
KB KalBar
KT KalTim
CC Korps Consul
CD Korps Diplomatik
A Banten
B Jakarta
D Bandung
E Cirebon
F Bogor
G Pekalongan
H Semarang
K Jepara-Rembang
L Surabaya
M Madura
N Malang
P Besuki
R Banyumas
S Bojonegoro
T Karawang
Z Sumedang
AA Kedu (Magelang)
AB Jogjakarta
AD Surakarta
AE Madiun
AG Kediri
BA SumBar
BB Tapanuli
BD Bengkulu
BE Lampung
BG SumSel
BH Jambi
BK SumUt
BL Aceh
BM Riau
BN Bangka
DA KalSel
DB Minahasa,Manado,Bitung
DD SulSel
DE Maluku Selatan
DG Maluku Utara
DK Bali
DL Sangihe Talaud
DM Bolangmongondow,Gorontalo
DN SulTeng
DR Lombok
DS Papua
EA Sumbawa
EB Flores
ED Sumba
KB KalBar
KT KalTim
CC Korps Consul
CD Korps Diplomatik
Selasa, 17 Januari 2012
Di balik bening mata air Tak pernah ada air mata
Di balik bening mata air
Tak pernah ada air mata
Intro : G G/F# C
Memetik gitar dan bernyanyi
Am Em
Pada waktu tak bertepi
Di atas langit di bawah tanah
Di hembus angin terseret arus
Untuk saudara tercinta
Untuk Jiwa yang terluka
Dengar lagu suaraku hilang
Sebab hari semakin bising
Hanya bunyi peluru di udara
Gantikan denting gitarku
Mengoyak paksa nurani
Jauhkan jarak pandangku
Chorus:
Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta
Walau aku tau tak terdengar
Jariku menari tetap takkan berhenti
Sampai wajah tak murung lagi
Intro :
Amarah sempat dalam dada
Namun akalku menerkam
Kubernyanyi di matahari
Kupetik gitar di rembulan
Di balik bening mata air
Tak pernah ada air mata
Di balik bening mata air
Tak pernah ada air mata
CORETAN DINDING
CORETAN DINDING
Chord = A C D / A C D C G A
D C A D
D C A F E C A
Coretan di dinding membuat resah
Resah hati pencoret mungkin ingin tampil
Tepi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan di dinding adalah pemberontakan
Kucing hitam yang terpojok di tiap tempat sampah
Ditiap kota . . . . . Cakarnya siap dengan kuku-kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota
Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama-sama resah
Chord = A C D / A C D C G A
D C A D
D C A F E C A
Coretan di dinding membuat resah
Resah hati pencoret mungkin ingin tampil
Tepi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan di dinding adalah pemberontakan
Kucing hitam yang terpojok di tiap tempat sampah
Ditiap kota . . . . . Cakarnya siap dengan kuku-kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota
Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama-sama resah
CIKAL
CIKAL
D A G A D
Kerbau di kepalaku ada yang suci
D A G A D
Kerbau di kepalaku ada yang suci
Kerbau di kepalamu senang bekerja
Kerbau di sini teman petani
Ular di negara maju menjadi sampah nuklir
Ular di dalam buku menjadi hiasan tatoo
Ular di sini memakan tikus
Kerbauku kerbau petani
Ularku ular sanca
Kerbauku teman petani
Ularku memakan tikus
Kerbauku besar, kerbauku seram
Tetapi ia bukan pemalas
Hidupnya sederhana, hmm… hmm…
Sancaku besar, sancaku seram
Mengganti kulit luar sarang, makan dan bertapa
Hidupnya sederhana
Ularku ular sanca
Kerbauku kerbau petani
Ularku memakan tikus
Kerbauku teman petani
Walau kerbauku bukan harimau
Tetapi ia bisa seperti harimau
Kerbauku tetap kerbau
Kerbau petani yang senang bekerja
Sancaku melilitnya
Kerbauku tidak terganggu
Karena sancaku dan kerbau temannya petani
Lalu dimana anak-anak sang tikus
Bayi, bayi, bayi, murni dan kosong
Bayi, bayi, bayi, bayi ya bayi
Kalau kita sedang tidur dan tiba-tiba saja kita terbangun
Karena lubang hidung kita terkena kumis harimau
Mungkin kita akan lari, ya lari, tetapi bayiku tidak
Bukan karena bayiku belum bisa berlari
Aku percaya, aku percaya
Bayiku tidak akan pernah berpikir bahwa harimau itu jahat
Bayiku menarik-narik kumis dan memukul-mukul mulut harimau
Harimau malah memberikan bayiku mainan
Bayiku menjadi bayi harimau
Bayi harimau anak petani
Seperti sanca melilit kerbau
Ia ada di gorong-gorong kota
Lantas apa agamanya?
REF 1:
Kerbauku kerbau petani
Ularku ular sanca
Bayiku murni dan kosong
Ia ada di gorong-gorong kota
REF 2:
Kerbauku kerbau petani
Ularku ular sanca
Bayiku bayi harimau
Ia ada di gorong-gorong kota
Bayi, bayi, bayi, murni dan kosong
Bayi, bayi, bayi, bayi harimau
Bayi, bayi, bayi, yang berkalung sanca
Bayi, bayi, bayi, yang disusui kerbau
DI BAWAH TIANG BENDERA
DI BAWAH TIANG BENDERA
Em G Em C
G
kita adalah saudara
dari rahim ibu pertiwi
ditempa oleh gelombang
dibesarkan jaman
di bawah tiang bendera
dulu kita bisa bersama
dari cerita yang ada
kita bisa saling percaya
yakin dalam melangkah
lewati badai sejarah
reff:
pada tanah yang sama kita berdiri
pada air yang sama kita berjanji
karena darah yang sama jangan bertengkar
karena tulang yang sama usah berpencar
INDONESIA….. INDONESIA
mari kita renungkan
lalu kita bertanya
benarkah kita manusia
benarkah bertuhan
katakan aku cinta kau
Rabu, 04 Januari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)